Label
- Berita (4)
- Materi Bahasa Indonesia (4)
- Menulis (5)
- Pidato (1)
- Sastra Klasik (2)
- Teori Cerpen (1)
- Teori Drama (1)
Minggu, 13 September 2015
Aspek : Menulis
KD : 4.2. Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi (deskriptif)
Tujuan pembelajaran :
- Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan
- Menyusun kerangka paragraf deskriptif
- Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskriptif
A. Pengertian Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi yaitu paragraf yang menggambarkan suatu hal/ objek/keadaan dengan jelas dan terperinci dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal yang digambarkan tersebut.
B. Ciri-ciri paragraf deskripsi
3. Dalam penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail/terperinci menurut penangkapan si penulis.
4. Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran.
5. Menggunakan kata-kata yang ekspresif, yaitu kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, atau dirasakan oleh penulis secara tepat.
C. Jenis-jenis paragraf deskripsi
1. Deskripsi Spasial
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda, atau tempat.
Contoh paragraf deskripsi spasial.
Bangunan stadion itu terlihat kokoh sekali. Bangunan stadion olahraga itu tampak megah berdiri dengan pilar-pilarnya yang besar dan kuat. Dindingnya dicat dengan warna kuning muda. Di tengah stadion tersebut terhampar lapangan luas yang ditumbuhi rumput hijau.
2. Deskrifsi Subjektif
Pada bentuk ini, penulis menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan rasa penulis. Tujuan paragraf ini adalah menciptakan pengalaman subjektif pada pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi subjektif.
Dia memakai rok panjang warna coklat. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang.
3. Deskrifsi Objektif
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek dengan apa adanya (sebenarnya). Perasaan dan kesan subjektif serta opini penulis sedikit sekali tampak, bahkan tidak ada. Karangan ini tidak bermaksud mempengaruhi imajinasi dan interpretasi pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi objektif.
Dia adalah orang yang tegar menghadapi ujian Tuhan. Beberapa kali cobaan datang menimpa. Namun, dengan ketabahan hatinya dia berhasil menyelesaikan itu semua. Sukses akhirnya ada ditangannya.
D. Langkah-langkah membuat paragraf deskripsi
1. Menentukan tema/topik
2. Menentukan tujuan
3. Mengadakan pengamatan/observasi
4. Membuat kerangka paragraf
5. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf
E. Contoh topik paragraf deskripsi
- Gersangnya hutan kita
- Pantai Pangandaran yang garang
- Danau Toba yang mempesona - Suasana senja di Pantai Kuta
Contoh kerangka paragraf deskripsi
Topik/Tema : Suasana malam yang indah
- malam yang indah
- bintang-bintang berkelip
- hawa dingin
- terdengar suara binatang malam
- angin berhembus
Dikembangkan menjadi paragraf.
Malam ini, indah sekali.Di langit, bintang-bintang berkelip-kelip. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angin berhembus pelan dan tenang.
Tugas!
Buatlah sebuah paragraf deskripsi dengan tema/topik terserah kalian sendiri. Minimal 5 kalimat. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
KD : 4.2. Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi (deskriptif)
Tujuan pembelajaran :
- Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan
- Menyusun kerangka paragraf deskriptif
- Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskriptif
A. Pengertian Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi yaitu paragraf yang menggambarkan suatu hal/ objek/keadaan dengan jelas dan terperinci dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal yang digambarkan tersebut.
B. Ciri-ciri paragraf deskripsi
1. Dalam paragraf deskripsi, hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan atau perabaan) dijelaskan secara terperinci.
2. Penyajiannya berdasarkan urutan ruang.3. Dalam penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail/terperinci menurut penangkapan si penulis.
4. Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran.
5. Menggunakan kata-kata yang ekspresif, yaitu kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, atau dirasakan oleh penulis secara tepat.
C. Jenis-jenis paragraf deskripsi
1. Deskripsi Spasial
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda, atau tempat.
Contoh paragraf deskripsi spasial.
Bangunan stadion itu terlihat kokoh sekali. Bangunan stadion olahraga itu tampak megah berdiri dengan pilar-pilarnya yang besar dan kuat. Dindingnya dicat dengan warna kuning muda. Di tengah stadion tersebut terhampar lapangan luas yang ditumbuhi rumput hijau.
2. Deskrifsi Subjektif
Pada bentuk ini, penulis menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan rasa penulis. Tujuan paragraf ini adalah menciptakan pengalaman subjektif pada pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi subjektif.
Dia memakai rok panjang warna coklat. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang.
3. Deskrifsi Objektif
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek dengan apa adanya (sebenarnya). Perasaan dan kesan subjektif serta opini penulis sedikit sekali tampak, bahkan tidak ada. Karangan ini tidak bermaksud mempengaruhi imajinasi dan interpretasi pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi objektif.
Dia adalah orang yang tegar menghadapi ujian Tuhan. Beberapa kali cobaan datang menimpa. Namun, dengan ketabahan hatinya dia berhasil menyelesaikan itu semua. Sukses akhirnya ada ditangannya.
D. Langkah-langkah membuat paragraf deskripsi
1. Menentukan tema/topik
2. Menentukan tujuan
3. Mengadakan pengamatan/observasi
4. Membuat kerangka paragraf
5. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf
E. Contoh topik paragraf deskripsi
- Gersangnya hutan kita
- Pantai Pangandaran yang garang
- Danau Toba yang mempesona - Suasana senja di Pantai Kuta
Contoh kerangka paragraf deskripsi
Topik/Tema : Suasana malam yang indah
- malam yang indah
- bintang-bintang berkelip
- hawa dingin
- terdengar suara binatang malam
- angin berhembus
Dikembangkan menjadi paragraf.
Malam ini, indah sekali.Di langit, bintang-bintang berkelip-kelip. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angin berhembus pelan dan tenang.
Tugas!
Buatlah sebuah paragraf deskripsi dengan tema/topik terserah kalian sendiri. Minimal 5 kalimat. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Selasa, 18 September 2012
Paragraf Narasi
PARAGRAF NARASI
Materi kelas X SMA
Ø Narasi merupakan tulisan yang mengisahkan suatu peristiwa atau
kejadian yang disusun menurut urutan waktu atau urutan tempat.
Ø Paragraf narasi adalah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan
suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri
kejadian itu.
Ø Tulisan narasi dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Nonfiksi, yaitu
karangan yang mengisahkan hal-hal yang nyata, berdasarkan pengalaman atau
pengamatan.Contoh: sejarah, biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dll.
b. Fiksi, yaitu
karangan yang mengisahkan hal-hal yang bersifat khayal atau imajinasi. Contoh:
cerpen, novel, dongeng, dan hikayat.
Karakateristik
(ciri-ciri) paragraf narasi :
a.
Adanya
penokohan
b.
Adanya alur
(rangkaian kejadian atau peristiwa)
c. Adanya Latar (Setting)
d.
Menggunakan
sudut pandang (point of view)
Paragraf
narasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Narasi ekspositoris merupakan narasi yang mengisahkan berlangsungnya
suatu peristiwa secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa
tersebut secara tepat. Narasi ekspositoris disebut narasi kejadian.
Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.
Menyampaikan informasi yang memperluas
pengetahuan;
b.
Penalaran digunakan sebagai alat untuk
mencapai kesepakatan rasional;
c.
Cenderung menggunakan bahasa yang
informatif dan denotatif.
Contoh paragraf
narasi ekspositoris
Saya menuju lapangan terbang dengan menunjukan kartu kuning, segera saya
diizinkan turut menumpang Dakota. Turun di Kemayoran segera saya naik taksi
pulang ke Priok. Kapal yang akan bertolak ke Singapura ialah Majesty. Secepat
rusa saya berlari menuju ke kapal tersebut. Berdiri sambil bersandarkan di
terali. Tampak sedang laki-laki setengah tua, berpakaian teluk belanga berpeci
seremban dan berkain sarung trengganu.
2. Narasi sugestif berupa narasi yang mengisahkan rangkaian peristiwa
yang berlangsung dalam kesatuan waktu sehingga dapat menggugah daya khayal dan
memunculkan dorongan perasaan pada pembacanya. Narasi sugestif biasa juga
disebut narasi runtun peristiwa.
Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.
Menyampaikan pesan tertentu secara tersirat;
b.
Mengandalkan logika dan perasaan pembacanya untuk
menangkap pesan yang ingin disampaikan; c.
Cenderung menggunakan bahasa yang konotatif dan
figuratif.
Contoh
paragraf narasi sugestif.
Ia bercerita sambil mengayuh perlahan: seorang pemuda
turun dari kereta sebelum subuh. Penumpang terakhir sebelum sepur berkutnya. Ia
minta diantar ke gang Lor, kira-kira isapan satu klobot jauhnya dari stasiun.
Anak itu tampak biasa saja, tapi ia masuk kerumah dan tak keluar lagi hingga
hingga suara azan membangunkan saya dari tidur menunggu dalam becak. Lalu saya
bercerita kepada ibunya yang keluar pagi-pagi untuk menyapu ratan dan
membakar daun-daun kering. Anak ibu belum mebayar ongkos becak saya. Lalu ibu
itu menangis mendengarnya dan bercerita pada saya bahwa anaknya tergilas kereta
api tujuh hari lalu dan mereka hampir-hampir tak bisa menguburnya karena
tubuhnya telah menjadi serpihan-serpihan daging dan penggali makam merasa
sia-sia telah membuat lubang sepanjang dua meter. Lalu ibu itu berhenti
menangis dan berkata, syukurlah, anaku telah pulang hari ini.
Contoh
kerangka karangan narasi.
Topik :
Pengalaman pribadi
Tema :
Liburan
Judul :
Jalan-jalan Libur Semester Kami
Keterangan :
1. Kejutan
liburan dari ayah tercinta
2. Perasaan
saat menerima kejutan
3. Tanggapan
dari adik-adik
4. Persiapan
perjalanan pergi berlibur
5. Sampai di
tempat liburan
6. Cerita
selama di tempat liburan
7. Kesan-kesan
selama berlibur
8. Persiapan
perjalanan pulang dari berlibur
9. Sampai di
rumah tercinta
Langganan:
Postingan (Atom)