Label
- Berita (4)
- Materi Bahasa Indonesia (4)
- Menulis (5)
- Pidato (1)
- Sastra Klasik (2)
- Teori Cerpen (1)
- Teori Drama (1)
Kamis, 05 September 2024
Rabu, 29 Juli 2020
Selasa, 17 Maret 2020
Minggu, 13 September 2015
Aspek : Menulis
KD : 4.2. Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi (deskriptif)
Tujuan pembelajaran :
- Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan
- Menyusun kerangka paragraf deskriptif
- Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskriptif
A. Pengertian Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi yaitu paragraf yang menggambarkan suatu hal/ objek/keadaan dengan jelas dan terperinci dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal yang digambarkan tersebut.
B. Ciri-ciri paragraf deskripsi
3. Dalam penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail/terperinci menurut penangkapan si penulis.
4. Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran.
5. Menggunakan kata-kata yang ekspresif, yaitu kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, atau dirasakan oleh penulis secara tepat.
C. Jenis-jenis paragraf deskripsi
1. Deskripsi Spasial
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda, atau tempat.
Contoh paragraf deskripsi spasial.
Bangunan stadion itu terlihat kokoh sekali. Bangunan stadion olahraga itu tampak megah berdiri dengan pilar-pilarnya yang besar dan kuat. Dindingnya dicat dengan warna kuning muda. Di tengah stadion tersebut terhampar lapangan luas yang ditumbuhi rumput hijau.
2. Deskrifsi Subjektif
Pada bentuk ini, penulis menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan rasa penulis. Tujuan paragraf ini adalah menciptakan pengalaman subjektif pada pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi subjektif.
Dia memakai rok panjang warna coklat. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang.
3. Deskrifsi Objektif
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek dengan apa adanya (sebenarnya). Perasaan dan kesan subjektif serta opini penulis sedikit sekali tampak, bahkan tidak ada. Karangan ini tidak bermaksud mempengaruhi imajinasi dan interpretasi pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi objektif.
Dia adalah orang yang tegar menghadapi ujian Tuhan. Beberapa kali cobaan datang menimpa. Namun, dengan ketabahan hatinya dia berhasil menyelesaikan itu semua. Sukses akhirnya ada ditangannya.
D. Langkah-langkah membuat paragraf deskripsi
1. Menentukan tema/topik
2. Menentukan tujuan
3. Mengadakan pengamatan/observasi
4. Membuat kerangka paragraf
5. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf
E. Contoh topik paragraf deskripsi
- Gersangnya hutan kita
- Pantai Pangandaran yang garang
- Danau Toba yang mempesona - Suasana senja di Pantai Kuta
Contoh kerangka paragraf deskripsi
Topik/Tema : Suasana malam yang indah
- malam yang indah
- bintang-bintang berkelip
- hawa dingin
- terdengar suara binatang malam
- angin berhembus
Dikembangkan menjadi paragraf.
Malam ini, indah sekali.Di langit, bintang-bintang berkelip-kelip. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angin berhembus pelan dan tenang.
Tugas!
Buatlah sebuah paragraf deskripsi dengan tema/topik terserah kalian sendiri. Minimal 5 kalimat. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
KD : 4.2. Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi (deskriptif)
Tujuan pembelajaran :
- Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan
- Menyusun kerangka paragraf deskriptif
- Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskriptif
A. Pengertian Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi yaitu paragraf yang menggambarkan suatu hal/ objek/keadaan dengan jelas dan terperinci dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal yang digambarkan tersebut.
B. Ciri-ciri paragraf deskripsi
1. Dalam paragraf deskripsi, hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan atau perabaan) dijelaskan secara terperinci.
2. Penyajiannya berdasarkan urutan ruang.3. Dalam penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail/terperinci menurut penangkapan si penulis.
4. Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran.
5. Menggunakan kata-kata yang ekspresif, yaitu kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, atau dirasakan oleh penulis secara tepat.
C. Jenis-jenis paragraf deskripsi
1. Deskripsi Spasial
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda, atau tempat.
Contoh paragraf deskripsi spasial.
Bangunan stadion itu terlihat kokoh sekali. Bangunan stadion olahraga itu tampak megah berdiri dengan pilar-pilarnya yang besar dan kuat. Dindingnya dicat dengan warna kuning muda. Di tengah stadion tersebut terhampar lapangan luas yang ditumbuhi rumput hijau.
2. Deskrifsi Subjektif
Pada bentuk ini, penulis menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan rasa penulis. Tujuan paragraf ini adalah menciptakan pengalaman subjektif pada pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi subjektif.
Dia memakai rok panjang warna coklat. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang.
3. Deskrifsi Objektif
Pada bentuk ini penulis menggambarkan objek dengan apa adanya (sebenarnya). Perasaan dan kesan subjektif serta opini penulis sedikit sekali tampak, bahkan tidak ada. Karangan ini tidak bermaksud mempengaruhi imajinasi dan interpretasi pembacanya.
Contoh paragraf deskripsi objektif.
Dia adalah orang yang tegar menghadapi ujian Tuhan. Beberapa kali cobaan datang menimpa. Namun, dengan ketabahan hatinya dia berhasil menyelesaikan itu semua. Sukses akhirnya ada ditangannya.
D. Langkah-langkah membuat paragraf deskripsi
1. Menentukan tema/topik
2. Menentukan tujuan
3. Mengadakan pengamatan/observasi
4. Membuat kerangka paragraf
5. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf
E. Contoh topik paragraf deskripsi
- Gersangnya hutan kita
- Pantai Pangandaran yang garang
- Danau Toba yang mempesona - Suasana senja di Pantai Kuta
Contoh kerangka paragraf deskripsi
Topik/Tema : Suasana malam yang indah
- malam yang indah
- bintang-bintang berkelip
- hawa dingin
- terdengar suara binatang malam
- angin berhembus
Dikembangkan menjadi paragraf.
Malam ini, indah sekali.Di langit, bintang-bintang berkelip-kelip. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angin berhembus pelan dan tenang.
Tugas!
Buatlah sebuah paragraf deskripsi dengan tema/topik terserah kalian sendiri. Minimal 5 kalimat. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Selasa, 18 September 2012
Paragraf Narasi
PARAGRAF NARASI
Materi kelas X SMA
Ø Narasi merupakan tulisan yang mengisahkan suatu peristiwa atau
kejadian yang disusun menurut urutan waktu atau urutan tempat.
Ø Paragraf narasi adalah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan
suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri
kejadian itu.
Ø Tulisan narasi dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Nonfiksi, yaitu
karangan yang mengisahkan hal-hal yang nyata, berdasarkan pengalaman atau
pengamatan.Contoh: sejarah, biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dll.
b. Fiksi, yaitu
karangan yang mengisahkan hal-hal yang bersifat khayal atau imajinasi. Contoh:
cerpen, novel, dongeng, dan hikayat.
Karakateristik
(ciri-ciri) paragraf narasi :
a.
Adanya
penokohan
b.
Adanya alur
(rangkaian kejadian atau peristiwa)
c. Adanya Latar (Setting)
d.
Menggunakan
sudut pandang (point of view)
Paragraf
narasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Narasi ekspositoris merupakan narasi yang mengisahkan berlangsungnya
suatu peristiwa secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa
tersebut secara tepat. Narasi ekspositoris disebut narasi kejadian.
Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.
Menyampaikan informasi yang memperluas
pengetahuan;
b.
Penalaran digunakan sebagai alat untuk
mencapai kesepakatan rasional;
c.
Cenderung menggunakan bahasa yang
informatif dan denotatif.
Contoh paragraf
narasi ekspositoris
Saya menuju lapangan terbang dengan menunjukan kartu kuning, segera saya
diizinkan turut menumpang Dakota. Turun di Kemayoran segera saya naik taksi
pulang ke Priok. Kapal yang akan bertolak ke Singapura ialah Majesty. Secepat
rusa saya berlari menuju ke kapal tersebut. Berdiri sambil bersandarkan di
terali. Tampak sedang laki-laki setengah tua, berpakaian teluk belanga berpeci
seremban dan berkain sarung trengganu.
2. Narasi sugestif berupa narasi yang mengisahkan rangkaian peristiwa
yang berlangsung dalam kesatuan waktu sehingga dapat menggugah daya khayal dan
memunculkan dorongan perasaan pada pembacanya. Narasi sugestif biasa juga
disebut narasi runtun peristiwa.
Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.
Menyampaikan pesan tertentu secara tersirat;
b.
Mengandalkan logika dan perasaan pembacanya untuk
menangkap pesan yang ingin disampaikan; c.
Cenderung menggunakan bahasa yang konotatif dan
figuratif.
Contoh
paragraf narasi sugestif.
Ia bercerita sambil mengayuh perlahan: seorang pemuda
turun dari kereta sebelum subuh. Penumpang terakhir sebelum sepur berkutnya. Ia
minta diantar ke gang Lor, kira-kira isapan satu klobot jauhnya dari stasiun.
Anak itu tampak biasa saja, tapi ia masuk kerumah dan tak keluar lagi hingga
hingga suara azan membangunkan saya dari tidur menunggu dalam becak. Lalu saya
bercerita kepada ibunya yang keluar pagi-pagi untuk menyapu ratan dan
membakar daun-daun kering. Anak ibu belum mebayar ongkos becak saya. Lalu ibu
itu menangis mendengarnya dan bercerita pada saya bahwa anaknya tergilas kereta
api tujuh hari lalu dan mereka hampir-hampir tak bisa menguburnya karena
tubuhnya telah menjadi serpihan-serpihan daging dan penggali makam merasa
sia-sia telah membuat lubang sepanjang dua meter. Lalu ibu itu berhenti
menangis dan berkata, syukurlah, anaku telah pulang hari ini.
Contoh
kerangka karangan narasi.
Topik :
Pengalaman pribadi
Tema :
Liburan
Judul :
Jalan-jalan Libur Semester Kami
Keterangan :
1. Kejutan
liburan dari ayah tercinta
2. Perasaan
saat menerima kejutan
3. Tanggapan
dari adik-adik
4. Persiapan
perjalanan pergi berlibur
5. Sampai di
tempat liburan
6. Cerita
selama di tempat liburan
7. Kesan-kesan
selama berlibur
8. Persiapan
perjalanan pulang dari berlibur
9. Sampai di
rumah tercinta
Kamis, 07 Juni 2012
Menulis Proposal
PROPOSAL
Pengertian Proposal
Ø Proposal adalah rencana yang ditulis dalam bentuk rancangan kerja.
Ø Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci
untuk suatu kegiatan yang bersifat formal.
Dalam proposal, diuraikan dengan jelas
apa yang direncanakan dan dibutuhkan. Proposal bersifat memberitahukan, disertai permohonan dan harapan. Oleh
karena itu, di dalamnya perlu dijelaskan secara terperinci dari latar belakang,
tujuan, bentuk kegiatan, waktu, tempat, dan lain-lain. Dengan demikian, orang
yang dikirimi proposal mengetahui dan memahami kegiatan-kegiatan yang akan
dilaksanakan.
Adapun tujuan proposal, yaitu:
- mendapatkan persetujuan;
- mendapatkan bantuan, baik berupa dana maupun sarana.
Proposal terdiri atas bermacam-macam
jenis, di antaranya
- proposal kegiatan (acara),
- proposal penelitian,
- proposal penyusunan tugas akhir, dan
- proposal bantuan dana atau fasilitas.
Secara umum,
proposal memiliki unsur-unsur berikut ini.
- Nama Kegiatan (Judul)
- Latar Belakang
- Tujuan
- Waktu dan tempat (pelaksanaan)
- Sasaran
- Susunan Kepanitiaan
- Anggaran
- Penutup
Contoh proposal kegiatan (acara)
Lembar Judul
Lembar Kata Pengantar
Daftar Isi
I. Pendahuluan
II. Latar
Belakang
III. Tujuan
IV. Waktu
dan Tempat
V. Sasaran
VI. Pelaksanaan
VII. Kepanitiaan
VIII. Anggaran
Penutup
Rabu, 09 Mei 2012
Menulis karya ilmiah
Menulis
Karya Ilmiah
Ø
Karya ilmiah merupakan karangan yang
menyajikan hasil pikiran, pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu yang
disusun menurut metode tertentu secara sistematis.
Ø
Karya ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Logis, yaitu segala keterangan yang disajikan
dapat diterima akal.
2. Sistematis, yaitu segala yang dikemukakan
disusun dalam urutan yang menunjukkan kesinambungan.
3. Objektif, yaitu keterangan yang disajikan
menurut apa adanya.
4. Tuntas, yaitu masalah-masalah yang dimunculkan
dikupas secara rinci dan lengkap.
5. Kebenarannya dapat diuji.
6. Berlaku umum, yaitu kesimpulan berlaku bagi
semua populasi.
7.
Memakai bahasa baku dan tata tulis yang
sesuai dengan kaidah bahasa.
Ø
Penelitian dibedakan menjadi
dua, yaitu:
a.
Penelitian
deskriptif adalah kegiatan mengamati, mengumpulkan data,
menganalisis data, dan menyimpulkan apa adanya, tanpa ada perlakuan apa pun
dalam proses penelitiannya. Contoh penelitian deskriptif adalah survei.
b.
Penelitian
eksperimental adalah penelitian yang berusaha memberi perlakuan
atas objek yang dikaji, misalnya mencoba mencampur zat X dengan zat Y kondisi
normal dibandingkan dengan kondisi hampa udara.
Ø
Contoh-contoh karya tulis ilmiah antara lain: makalah,
laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.
Ø
Secara umum, format penulisan karya ilmiah
disajikan dalam struktur sebagai berikut.
1) Halaman
judul
2) Kata
pengantar
3) Daftar isi
4) Pendahuluan
(latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, metode penelitian)
5) Landasan
teori (kajian pustaka)
6) Pembahasan
7) Kesimpulan
dan saran
8) Daftar
pustaka
Ø
Format penulisan makalah :
Judul
Kata
Pengantar
Daftar Isi
A. Pendahuluan
1.
Latar belakang masalah
2.
Perumusan masalah
3.
Tujuan penelitian
B. Isi
(Pembahasan)
C. Penutup
1.
Kesimpulan
2.
Saran
Daftar
Pustaka
FORMAT PENYUSUNAN
KARYA ILMIAH
1. Bagian
Awal
Bagian
awal ini dimulai dari halaman judul sampai dengan abstrak penelitian.
Komponen-komponen bagian ini secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Halaman Sampul dan Halaman Judul
Halaman
sampul memuat 1) judul, 2) lambang atau logo sekolah, 3) nama dan nomor siswa,
dan 4) nama sekolah.
b) Halaman Persetujuan
Halaman
persetujuan ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyusun karya
ilmiah beserta nomor induk siswa, 3) tanda tangan dan nama terang pembimbing,
dan 4) kata persetujuan.
c) Halaman Pengesahan
Halaman
ini memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh kepala sekolah.
Halaman ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyiapkan karya
ilmiah, 3) kalimat pengesahan beserta tanggal, bulan, dan tahun, 4) tanda
tangan dan nama terang kepala sekolah serta cap stempel.
d) Kata Pengantar
Kata
pengantar memuat informasi umum atau uraian singkat tentang maksud penulisan
karya ilmiah, harapan penulis terhadap penelitian (yang kemudian hasilnya
ditulis dalam bentuk karya ilmiah), dan penyampaian rasa terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah berjasa dalam karya ilmiah.
e) Daftar Isi
Daftar
isi ini memuat secara rinci isi keseluruhan karya ilmiah beserta letak nomor halamannya,
mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran. Komponen isi karya ilmiah ini
dicantumkan dalam daftar isi antara lain meliputi judul-judul bab dan subbab.
Penulisan daftar isi harus mempertahankan konsistensi dalam pencantuman
komponen-komponen itu.
f) Daftar Tabel dan Halaman Gambar (jika ada)
Daftar
tabel dan halaman gambar berisi nomor urut halaman tempat tabel, dan gambar
tersebut disajikan. Tiap-tiap jenis dikelompokkan dan diberi nomor urut
tersendiri.
g) Abstrak
Abstrak
disusun dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1) nama siswa, ditulis dari
belakang apabila terdiri dari dua bagian nama, 2) tahun pembuatan, 3) judul
karya ilmiah (dalam tanda petik, huruf kapital hanya pada awal setiap kata), 4)
kata Karya Ilmiah ditulis miring, 5) nama kota, 6) nama sekolah, 7) kata
ABSTRAK
Penulisan
isi abstrak tersebut dituangkan dalam tiga paragraf dengan spasi tunggal.
Paragraf pertama berisi uraian singkat mengenai latar belakang masalah dan
tujuan penelitian. Paragraf kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi
dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis
data. Paragraf ketiga berisi hasil penelitian dan pembahasan.
2. Bagian
Tengah
Bagian
tengah ini terdiri dari isi karya ilmiah dan daftar pustaka.
a. Bab I Pendahuluan
1) Latar Belakang Masalah
Berisi
uraian tentang hal-hal yang melatarbelakangi timbulnya masalah.
2) Identifikasi
Masalah
Berisi
berbagai masalah yang dapat dikenali atau muncul yang berkaitan dengan judul
karya ilmiah.
3) Pembatasan
Masalah
Berisi
masalah yang akan dibahas. Tidak semua masalah yang ada akan dibahas. Tujuannya
agar lebih terfokus.
4) Perumusan
Masalah
Beberapa
masalah yang telah ada pada pembatasan masalah dirumuskan dengan kalimat tanya.
5) Tujuan
Penelitian
Tujuan
penelitian ini menjelaskan secara spesifik tujuan atau hal-hal yang ingin
dicapai melalui penelitian ini.
6) Manfaat
Penelitian
Manfaaat
penelitian ini berkaitan dengan penerapan hasil penelitian, baik bagi penulis
atau pun masyarakat di sekitar.
b. Bab II Kajian Pustaka
Bab
ini membahas tiga hal penting yaitu:
1)
Kerangka Teoretis
Dalam
subbab ini diuraikan berbagai teori yang mendukung permasalahan yang diajukan.
Uraian dapat mengambil dari bukubuku dengan berpedoman pada format karya
ilmiah.
2) Kerangka
Pemikiran
Dari
berbagai teori yang dikemukakan dalam kerangka teoretik kemudian ditentukan
suatu kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian.
3) Hipotesis
(jika ada)
Hipotesis
penelitian adalah jawaban sementara terhadap hasil penelitian, yang
kebenarannya harus diuji secara empiris.
c. Bab III Metode Penelitian
1)
Subjek dan Objek
Subjek
adalah semua benda, individu, atau hal yang akan diteliti. Objek merupakan
bagian dari subjek yang memiliki ciri yang dimiliki oleh subjek.
2) Metode
Pengumpulan Data
Berisi
cara yang digunakan untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian.
3) Alat
Penelitian
Alat
penelitian berupa alat-alat yang digunakan untuk memperoleh data. Alat data ini
dapat berupa kartu data, angket, kuesioner, dan lain-lain.
4) Metode
Analisis Data
Penggunaan
metode analisis data ini tergantung pada metode yang akan digunakan untuk
membahas hasil penelitian.
d. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
1)
Hasil Penelitian
Berisi
hasil-hasil penelitian yang diperoleh peneliti disertai data-data pendukung.
2) Pembahasan
Terhadap
penelitian yang telah disajikan pada subbab di atas kemudian diadakan
pembahasan. Mengapa hasilnya seperti itu? Apa kaitan hasil dengan permasalahan
yang ada? Jadi, pada pembahasan ini dikemukakan pemikiran-pemikiran kreatif
tentang hasil penelitian itu.
e. Bab V Kesimpulan dan Saran
1)
Kesimpulan
Kesimpulan
diambil berdasarkan hasil penelitian dan sejalan dengan perumusan masalah.
Kesimpulan diuraikan secara ringkas, jelas, padat, dan sistematis serta dalam
bahasa yang komunikatif tentang penemuan-penemuan yang diperoleh dalam
penelitian.
2) Saran
Saran
dirumuskan secara lugas, operasional, dan relevan dengan temuan-temuan
penelitian.
f. Daftar
Pustaka
Bagian
ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan atau pegangan, serta
landasan penelitian. Daftar pustaka disusun atas dasar alfabetis nama pengarang
tanpa nomor urut. (1) nama pengarang, (2) tahun terbit, (3) judul buku, (4)
tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
3. Bagian
Akhir
Bagian
akhir ini memuat semua lampiran yang berupa dokumen atau bahan yang digunakan
untuk menunjang penyusunan karya ilmiah. Lampiran dipilih bahan sedemikian rupa
sehingga bahan-bahan yang relevan saja yang dilampirkan.
Sebelum
seseorang memulai menulis karya ilmiah, terlebih dahulu harus membuat kerangka
karya tulis ilmiah ini. Berikut ini contoh kerangka karya tulis ilmiah.
FORMAT PENYUSUNAN
KARYA ILMIAH
Halaman Judul
Halaman Persembahan
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Abstrak
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Perumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kerangka Teoretis
B. Kerangka Pemikiran
C. Hipotesis (jika ada)
BAB III METODE PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel
B. Metode Pengumpulan Data
C. Instrumen Penelitian
D. Metode Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
(diambil dari berbagai sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)










